Beranda · Blog

Diterbitkan: 15 Oktober 2026

Doa Rosario Peristiwa Sedih: 5 Misteri dan Renungannya

Peristiwa Sedih merenungkan sengsara Yesus: dari doa penuh pergumulan di Taman Getsemani sampai wafat-Nya di salib. Rangkaian misteri ini menemani umat yang sedang memikul beban — sakit, kehilangan, kegagalan — dengan menunjukkan bahwa Tuhan sendiri telah lebih dulu melewati jalan penderitaan. Peristiwa Sedih direnungkan pada hari Selasa dan Jumat, serta sepanjang masa Prapaskah.

💡 Mau dipandu langkah demi langkah? Buka Rosario Digital — penghitung interaktif yang memandu setiap doa sampai selesai.

Lima Peristiwa Sedih

Peristiwa 1: Yesus Berdoa di Taman Getsemani

“Ya Bapa-Ku, jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu.” (Mat 26:42)

Yesus bergumul dalam doa sampai peluh-Nya seperti darah — dan Ia tidak lari. Ia mengakhiri pergumulan itu dengan penyerahan: “jadilah kehendak-Mu.” Saat bebanmu terasa tak tertanggungkan, bawalah ke dalam doa seperti Yesus membawanya; penyerahan bukan kekalahan, melainkan kepercayaan tertinggi.

Lalu daraskan Bapa Kami 1x, Salam Maria 10x, dan Kemuliaan.

Peristiwa 2: Yesus Didera

Pilatus menyerahkan Yesus untuk disesah. (Mrk 15:15)

Yesus yang tidak bersalah menerima cambukan yang bukan hak-Nya. Setiap luka-Nya menanggung luka-luka kita — luka batin, luka karena ketidakadilan, luka karena dikhianati. Persembahkan luka hatimu saat mendaraskan peristiwa ini; Ia mengerti, karena Ia telah merasakannya lebih dulu.

Lalu daraskan Bapa Kami 1x, Salam Maria 10x, dan Kemuliaan.

Peristiwa 3: Yesus Dimahkotai Duri

Para prajurit menganyam mahkota duri dan memakaikannya pada kepala-Nya. (Mat 27:29)

Raja segala raja dimahkotai bukan dengan emas, melainkan duri dan ejekan. Yesus menanggung penghinaan tanpa membalas. Renungkan peristiwa ini saat harga dirimu dilukai: harga dirimu yang sejati tidak ditentukan oleh kata orang, melainkan oleh Allah yang memahkotaimu dengan kasih.

Lalu daraskan Bapa Kami 1x, Salam Maria 10x, dan Kemuliaan.

Peristiwa 4: Yesus Memanggul Salib

Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke tempat yang bernama Tengkorak. (Yoh 19:17)

Salib itu berat, dan Yesus jatuh berkali-kali — tetapi Ia bangun dan melanjutkan perjalanan. Ia juga menerima bantuan Simon dari Kirene. Belajarlah dari-Nya: memikul salib bukan berarti berjalan sendirian. Terimalah bantuan yang Tuhan kirimkan lewat orang-orang di sekitarmu.

Lalu daraskan Bapa Kami 1x, Salam Maria 10x, dan Kemuliaan.

Peristiwa 5: Yesus Wafat di Salib

“Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yoh 19:30)

Di salib, Yesus menyelesaikan karya keselamatan sampai tuntas — tidak ada dosa yang terlalu besar dan tidak ada kegelapan yang terlalu pekat bagi kasih-Nya. Tataplah salib dalam peristiwa ini dan dengarkan kata-kata-Nya sebagai kata untukmu: sudah selesai, utangmu telah lunas oleh kasih.

Lalu daraskan Bapa Kami 1x, Salam Maria 10x, dan Kemuliaan, ditutup doa Ya Yesus yang baik dan Tanda Salib.

Cara Mendaraskan Rosario Peristiwa Sedih

  1. Awali dengan Tanda Salib, Aku Percaya, Bapa Kami, 3x Salam Maria (untuk iman, harapan, kasih), dan Kemuliaan.
  2. Untuk setiap peristiwa: sebutkan peristiwanya, renungkan sejenak, lalu daraskan Bapa Kami, 10x Salam Maria, dan Kemuliaan.
  3. Tutup dengan Salam Ya Ratu dan Tanda Salib.

Urutan lengkap dari awal sampai akhir ada di Panduan Cara Berdoa Rosario.

Baca Juga