Beranda · Santo

Diterbitkan: 21 Oktober 2026

Perawan

Santa Petronila

Pesta: 31 Mei

Lukisan dinding abad ke-4 di Katakombe Domitilla: Santa Petronila menyambut Veneranda masuk ke surga
Lukisan dinding abad ke-4 di Katakombe Domitilla: Santa Petronila menyambut Veneranda masuk ke surga

Santa Petronila (dalam bahasa Latin Petronilla, dalam sejumlah sumber ditulis lengkap Aurelia Petronilla) adalah perawan dan martir Gereja perdana di Roma, yang diperingati Martyrologium Romanum setiap 31 Mei. Tradisi populer menyebutnya putri Santo Petrus, tetapi para ahli menilai hubungan itu lahir dari kemiripan nama, bukan dari fakta sejarah. Yang pasti secara sejarah adalah kultusnya yang sangat kuno: makamnya di Katakombe Domitilla sudah dihormati umat Roma sejak abad ke-4.

Martir di Katakombe Domitilla

Petronila wafat di Roma, menurut Catholic Encyclopedia kemungkinan pada akhir abad ke-1. Ia dimakamkan di Katakombe Domitilla di Jalan Ardeatina, dekat makam Santo Nereus dan Akhileus. Daftar makam para martir Roma dari abad ke-6 dan ke-7 mencantumkan makamnya di antara yang paling dihormati, dan penggalian arkeologi di katakombe itu membenarkannya: sebuah basilika dibangun di atas makam mereka pada abad ke-4.

Bukti tertua tentang dirinya adalah lukisan dinding dari pertengahan abad ke-4 di Katakombe Domitilla. Lukisan itu menggambarkannya sedang menyambut seorang perempuan yang telah wafat bernama Veneranda masuk ke surga, dan di samping gambarnya tertulis namanya: “Petronilla Martir”. Inskripsi itulah yang memastikan ia dihormati sebagai martir sejak Gereja perdana.

Benarkah Putri Santo Petrus?

Kitab Kisah Petrus, tulisan apokrif dari abad ke-2, memang bercerita tentang seorang putri Santo Petrus yang tidak disebutkan namanya. Berabad-abad kemudian, legenda abad ke-6 menyamakan putri tanpa nama itu dengan Petronila, dan dari situlah lahir gelar “putri Santo Petrus” yang sampai masuk ke teks lama Martyrologium Romanum.

Para ahli, antara lain J. P. Kirsch dalam Catholic Encyclopedia dan Hippolyte Delehaye dalam kajiannya tentang legenda para kudus, menolak hubungan ayah dan anak itu secara harfiah. Nama Petronilla adalah bentuk kecil dari Petronia, nama marga Romawi Petronius, dan tidak berasal dari nama Petrus. Kemungkinan yang lebih masuk akal: ia adalah murid atau orang yang bertobat lewat pewartaan Petrus, sehingga disebut putri rohaninya, atau ia berasal dari lingkungan keluarga Flavia yang juga melahirkan Santa Domitilla. Kisah bahwa Petrus menyembuhkannya dari kelumpuhan termasuk lapisan legenda yang sama.

Legenda tentang Flaccus

Riwayat populer yang disimpan dalam Kisah Nereus dan Akhileus menuturkan bahwa seorang bangsawan kafir bernama Flaccus ingin menikahinya. Petronila meminta waktu tiga hari untuk mempertimbangkan. Tiga hari itu ia pakai untuk berpuasa dan berdoa, dan pada hari ketiga, sesudah menerima Sakramen Kristus, ia wafat dengan damai sebelum Flaccus kembali.

Kisah ini yang kemudian dikutip Martyrologium Romanum versi lama pada 31 Mei. Para Bollandis menilai Kisah Nereus dan Akhileus sebagai sumber yang lemah, sehingga kisah Flaccus ditempatkan di sini sebagaimana adanya: sebagai legenda devosi yang sangat tua, bukan laporan yang terverifikasi.

Relikwi di Basilika Santo Petrus

Pada abad ke-8, Paus Paulus I memindahkan jenazah Petronila dari Katakombe Domitilla ke kawasan Basilika Santo Petrus di Vatikan. Menurut catatan pemindahan itu, jenazahnya ditemukan dalam sarkofagus marmer yang tutupnya dihiasi lumba-lumba di keempat sudutnya, dan sebuah kapel dibangun untuk menampung relikwinya. Ketika basilika baru dibangun, relikwinya dipindahkan ke salah satu altar di dalamnya, dan patungnya termasuk di antara patung-patung para pendiri dan kudus di Lapangan Santo Petrus.

Raja-raja Franka dan kemudian raja-raja Prancis menghormatinya secara khusus sebagai pelindung, sejalan dengan anggapan bahwa ia adalah putri rohani Rasul Petrus dan Prancis adalah putri sulung Gereja.

Nama Aurelia Petronilla

Sejumlah sumber menulis namanya dalam bentuk lengkap “Aurelia Petronilla”. Nama Aurelia di depannya adalah nama marga Romawi, bukan petunjuk bahwa ia sama dengan santa bernama Aurelia. Ia berbeda dari Santa Aurelia dari Strasbourg, Santa Aurelia dari Regensburg, dan Santa Aurelia dan Neomisia dari Anagni. Di Indonesia namanya juga lazim ditulis Petronela, bentuk yang dipengaruhi ejaan Belanda Petronella dan sangat hidup sebagai nama baptis; artikel ini memakai ejaan Petronila mengikuti bentuk Latin namanya.

Status Peringatan dalam Kalender Gereja

Nama Petronila tidak ada dalam kalender perayaan martir Roma abad ke-4, dan baru masuk ke martirologi-martirologi sesudahnya, antara lain Martyrologium Beda, pada tanggal 31 Mei. Dalam Kalender Roma Umum yang berlaku sekarang, 31 Mei adalah Pesta Kunjungan Santa Perawan Maria, dan peringatan Petronila tidak tercantum di dalamnya; namanya tetap dibacakan dalam Martyrologium Romanum pada 31 Mei.

Teladan Santa Petronila

Iman yang dibuktikan oleh umat. Riwayat tertulis tentangnya memang tipis dan berbalut legenda, tetapi penghormatan umat Roma di makamnya tidak pernah putus sejak abad ke-4. Kesetiaan komunitas yang mengingatnya adalah kesaksian tersendiri.

Memilih Kristus di atas tawaran dunia. Dalam kisah tradisinya, ia menjawab pinangan bangsawan kaya dengan tiga hari puasa dan doa. Entah dibaca sebagai sejarah atau legenda, sikap itu yang dikenang Gereja selama lebih dari seribu tahun.

Tanya Jawab

Siapa Santa Petronila?

Ia adalah perawan dan martir Gereja perdana di Roma, wafat kemungkinan pada akhir abad ke-1, dimakamkan di Katakombe Domitilla. Martyrologium Romanum memperingatinya setiap 31 Mei.

Benarkah Santa Petronila putri Santo Petrus?

Tidak secara harfiah menurut para ahli. Gelar itu lahir dari legenda abad ke-6 yang menyamakannya dengan putri tanpa nama dalam Kisah Petrus yang apokrif, ditambah kemiripan bunyi nama Petronilla dan Petrus. Ia lebih mungkin murid atau putri rohani Santo Petrus.

Kapan pesta Santa Petronila dirayakan?

Setiap 31 Mei menurut Martyrologium Romanum. Dalam Kalender Roma Umum, tanggal itu kini ditempati Pesta Kunjungan Santa Perawan Maria.

Di mana relikwi Santa Petronila disimpan?

Awalnya di Katakombe Domitilla, Roma. Pada abad ke-8 Paus Paulus I memindahkannya ke Basilika Santo Petrus di Vatikan, dan relikwinya kemudian ditempatkan pada salah satu altar basilika baru.

Mengapa ia juga disebut Aurelia Petronilla?

Sejumlah sumber kuno menuliskan nama lengkapnya dengan nama marga Aurelia di depan. Nama itu tidak membuatnya sama dengan para santa bernama Aurelia; Aurelia Petronilla adalah satu orang, martir Roma abad ke-1 ini.

Referensi

  1. Martyrologium Romanum, edisi 2004 (Libreria Editrice Vaticana), entri 31 Mei: peringatan Santa Petronila, perawan, di Roma.
  2. J. P. Kirsch, “St. Petronilla”, dalam Catholic Encyclopedia, Vol. 11 (Robert Appleton, New York, 1911): martir Roma akhir abad ke-1, makam dan basilika di Katakombe Domitilla, lukisan dinding abad ke-4 bertuliskan “Petronilla Martir”, pemindahan relikwi oleh Paus Paulus I.
  3. Hippolyte Delehaye, Sanctus: Essai sur le culte des saints dans l’antiquité (Brussel, 1927), hlm. 118-120: analisis kritis legenda Petronila sebagai putri Santo Petrus.