Beranda · Santo

Diterbitkan: 20 Oktober 2026

Orang Kudus

Santa Maria Bertilla Boscardin

Pesta: 20 Oktober

Foto Santa Maria Bertilla Boscardin
Foto Santa Maria Bertilla Boscardin

Santa Maria Bertilla Boscardin (1888-1922) adalah biarawati dan perawat asal Italia yang dikenang Gereja karena kerendahan hati dan kasihnya yang besar kepada orang-orang sakit. Hidupnya tidak dipenuhi pencapaian duniawi yang mencolok, tetapi justru menjadi kesaksian bahwa kekudusan tumbuh melalui pekerjaan sederhana yang dilakukan dengan iman. Ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XII pada 8 Juni 1952 dan dikanonisasi oleh Paus Yohanes XXIII pada 11 Mei 1961. Gereja memperingatinya setiap 20 Oktober.

Masa Kecil yang Penuh Ujian

Ia lahir dengan nama Anna Francesca Boscardin pada 6 Oktober 1888 di Brendola, dekat Vicenza, Italia, dari keluarga petani yang miskin. Ayahnya, Angelo, adalah sosok yang kasar dan gemar mabuk, sebuah fakta yang diakui ayahnya sendiri dalam kesaksian pada proses beatifikasi putrinya.

Anna kecil hanya bisa bersekolah tidak teratur karena harus membantu di rumah dan di ladang, bahkan bekerja sebagai pelayan rumah tangga. Ia dianggap lamban dan sering menjadi bahan ejekan, sampai dijuluki “angsa” karena kelambatannya. Namun di balik itu ia memiliki iman yang dalam: ia diperbolehkan menyambut Komuni Pertama pada usia delapan setengah tahun, dan pada usia dua belas tahun ia diterima dalam perkumpulan “Putri-putri Maria” di parokinya. Pastor parokinya menghadiahinya sebuah buku katekismus kecil, yang kelak ditemukan di saku jubahnya saat ia wafat.

Panggilan Hidup Bakti

Pada usia enam belas tahun, Anna memasuki Kongregasi Suster Santa Dorotea, Putri-putri Hati Kudus, di Vicenza, dan menerima nama religius Maria Bertilla. Karena pendidikannya yang terbatas, ia mula-mula dipercaya mengerjakan tugas-tugas kasar: dapur, tempat pembuatan roti, dan cucian. Ia menjalani semuanya dengan ketaatan dan tanpa mengeluh.

Perawat Anak-anak di Treviso

Setelah tiga tahun, bakatnya dalam melayani orang sakit mulai tampak. Ia dikirim berlatih menjadi perawat dan pada 1907 ditugaskan di bangsal anak-anak penderita difteri di rumah sakit Treviso yang dikelola kongregasinya. Dengan cara yang sederhana dan lembut, ia segera menjadi kesayangan anak-anak yang dirawatnya. Di sinilah ia menemukan panggilan hidupnya yang sejati: merawat mereka yang sakit dan menderita.

Melayani di Tengah Perang Dunia I

Ketika Italia terlibat dalam Perang Dunia I, rumah sakit Treviso diambil alih oleh militer. Dalam serangan-serangan udara yang mengguncang kota, terutama setelah kekalahan Caporetto pada 1917, Suster Maria Bertilla dengan berani tetap tinggal di sisi para pasien, khususnya mereka yang terlalu lemah untuk dipindahkan ke tempat aman. Pengabdiannya di tengah bahaya membuat para tentara yang dirawatnya menaruh hormat dan kasih yang besar kepadanya.

Ujian Kerendahan Hati

Ketenarannya justru mendatangkan ujian. Seorang atasannya yang iri memindahkannya dari tugas keperawatan ke bagian cucian rumah sakit. Maria Bertilla menerima keputusan itu tanpa protes dan menjalaninya selama empat bulan. Ketika ibu general kongregasi mendengar perlakuan tersebut, ia mengembalikan Maria Bertilla ke tugas keperawatan dan pada 1919 mengangkatnya menjadi kepala bangsal anak-anak. Ia menerima kehormatan itu sama tenangnya seperti saat ia direndahkan.

Sakit dan Wafat

Sejak usia dua puluh dua tahun, Maria Bertilla menderita tumor yang menyakitkan dan menggerogoti kesehatannya selama dua belas tahun. Ia menjalani operasi, tetapi tidak pernah pulih sepenuhnya. Pada 20 Oktober 1922, ia wafat di Treviso dalam usia tiga puluh empat tahun. Sebuah plak peringatan di makamnya mengenangnya sebagai “jiwa pilihan dengan kebaikan yang heroik, malaikat penghibur penderitaan manusia di tempat ini”.

Beatifikasi dan Kanonisasi

Devosi kepadanya menyebar dengan cepat setelah wafatnya, dan banyak kesembuhan mukjizat dilaporkan terjadi di makamnya. Paus Pius XII membeatifikasinya pada 8 Juni 1952, dan dalam sambutannya menempatkannya sejajar dengan Santo Yohanes Bosco, Santo Pius X, dan Santa Maria Goretti sebagai bunga dari pedesaan Kristiani Italia.

Pada 11 Mei 1961, bertepatan dengan Hari Raya Kenaikan Tuhan, Paus Yohanes XXIII mengkanonisasinya di Basilika Santo Petrus. Di antara kerumunan yang hadir terdapat anggota keluarganya dan, yang paling mengharukan, sejumlah mantan pasien yang pernah dirawatnya. Makamnya di Vicenza kemudian menjadi tempat ziarah. Gereja menetapkan pestanya pada 20 Oktober, tanggal wafatnya.

Tanya Jawab

Siapa Santa Maria Bertilla Boscardin?

Ia adalah biarawati Italia dari Kongregasi Suster Santa Dorotea yang mengabdikan hidupnya sebagai perawat anak-anak dan orang sakit di rumah sakit Treviso. Ia dikenal karena kerendahan hati dan kasihnya yang besar kepada para penderita.

Kapan pesta Santa Maria Bertilla Boscardin dirayakan?

Setiap tanggal 20 Oktober, bertepatan dengan tanggal wafatnya pada 1922.

Mengapa ia dijuluki “angsa”?

Sejak kecil ia dianggap lamban dan kurang cerdas sehingga diejek dengan julukan “angsa”. Ejekan itu tidak membuatnya pahit, justru membentuk kerendahan hatinya yang kemudian menjadi ciri kekudusannya.

Siapa saja yang menjadikan Santa Maria Bertilla sebagai pelindung?

Ia dihormati sebagai pelindung para perawat, tenaga kesehatan, orang-orang sakit, serta mereka yang ditolak dan dihina.

Apa teladan utama dari hidupnya?

Bahwa kekudusan tidak membutuhkan bakat istimewa atau kedudukan tinggi. Kesetiaan dalam tugas sehari-hari, perhatian kepada yang menderita, dan kerelaan melayani tanpa mencari pujian adalah jalan nyata menuju kekudusan.

Referensi

  • Dicastero delle Cause dei Santi (Dikasteri Vatikan untuk Penyebab Para Kudus), “Maria Bertilla Boscardin (1888-1922)” — profil resmi: lahir 6 Oktober 1888 di Brendola, masuk Suster Santa Dorotea 1905, perawat di rumah sakit Treviso, wafat 20 Oktober 1922, beatifikasi 8 Juni 1952 oleh Pius XII, kanonisasi 11 Mei 1961 oleh Yohanes XXIII. https://www.causesanti.va/it/santi-e-beati/maria-bertilla-boscardin.html
  • Encyclopedia.com, “John XXIII, Pope, Bl.” (daftar kanonisasi: Maria Bertilla Boscardin, 11 Mei 1961)
  • Martirologi Romawi, entri 20 Oktober: “Di Treviso, Santa Maria Bertilla Boscardin, perawan dari Kongregasi Suster Santa Dorotea dari Hati Kudus, yang dalam karya rumah sakitnya memperhatikan kesehatan jiwa dan raga orang-orang sakit.”
  • EWTN, “St. Maria Bertilla Boscardin” (profil santa per 20 Oktober)