Martir
Santo Ignatius dari Antiokhia
Pesta: 17 Oktober
Santo Ignatius dari Antiokhia adalah uskup ketiga kota Antiokhia, menjabat sekitar tahun 70 sampai 107, dan termasuk generasi Bapa Apostolik yang masih dekat dengan para rasul. Ia ditangkap pada masa Kaisar Trajanus, digiring dengan pengawalan militer dari Antiokhia ke Roma, dan wafat sebagai martir dengan dilemparkan ke binatang buas. Dalam perjalanan menuju kematiannya ia menulis tujuh surat yang menjadi harta iman Gereja perdana.
Uskup Antiokhia, kota para murid pertama
Sedikit yang diketahui tentang masa muda Ignatius. Tradisi menyebut ia seorang petobat, dan ia sendiri gemar memakai nama Theophoros yang berarti “pembawa Allah”. Ia menjadi uskup ketiga Antiokhia, jika Rasul Petrus dihitung sebagai uskup yang pertama, dan memimpin jemaat di kota tempat para murid “untuk pertama kalinya disebut Kristen” (Kis 11:26).
Ignatius adalah sahabat Santo Polikarpus, uskup Smirna yang merupakan murid Santo Yohanes, sehingga besar kemungkinan ia pun mengenal Rasul Yohanes secara pribadi.
Digiring ke Roma sebagai tahanan
Sekitar tahun 107 sampai 110, pada masa pemerintahan Kaisar Trajanus, Ignatius ditangkap karena kesaksiannya tentang Kristus. Ia dikirim dari Suriah ke Roma untuk menjalani hukuman. Perjalanan itu ditempuh dengan pengawalan militer yang sangat ketat. Para pengawal itu ia sebut “sepuluh macan tutul” dalam suratnya kepada jemaat Roma.
Di setiap kota yang disinggahinya, Ignatius meneguhkan jemaat dengan khotbah dan nasihat. Ia memperingatkan mereka agar waspada terhadap ajaran sesat yang mulai merebak dan berpegang teguh pada tradisi para rasul.
Tujuh surat dari perjalanan martir
Di Smirna, Ignatius menulis empat surat: kepada jemaat Efesus, Magnesia, Tralles, dan Roma. Dari Troas ia menulis tiga surat lagi: kepada jemaat Filadelfia, jemaat Smirna, dan kepada Uskup Polikarpus. Surat-surat ini sampai kepada kita sebagai pusaka berharga dari Gereja abad pertama, memancarkan kesegaran iman generasi yang masih mengenal para rasul.
Warisan: kata “Katolik” dan Ekaristi
Ignatius adalah orang pertama dalam literatur Kristen yang menyematkan kata “katolik” atau “universal” pada Gereja: “Di mana ada Yesus Kristus, di situ ada Gereja Katolik” (Surat kepada Jemaat Smirna 8:2).
Paus Benediktus XVI menyebutnya “Doktor Kesatuan”: kesatuan Allah, kesatuan Kristus, kesatuan Gereja, dan kesatuan umat beriman dalam “iman dan kasih, yang tidak ada yang lebih utama daripadanya”.
Ia juga menjadi saksi gigih atas kemanusiaan sejati Kristus melawan ajaran doketisme yang menganggap Kristus hanya seolah-olah menjadi manusia. Tentang Ekaristi ia menulis bahwa itu adalah “roti Allah… daging Yesus Kristus” dan “obat keabadian”.
Kemartiran di Roma
Setibanya di Roma, Ignatius dilemparkan ke binatang buas di Amfiteater Flavius. Kepada jemaat Roma ia berpesan agar tidak menghalangi kematiannya: “Lebih baik bagiku mati demi Yesus Kristus daripada memerintah seluruh ujung bumi… Biarkan aku menjadi peniru sengsara Allahku!”
Dalam surat yang sama ia menulis: “Aku adalah gandum Allah, akan digiling oleh gigi binatang buas agar aku menjadi roti murni Kristus… Jangan halangi kelahiranku menuju hidup yang sejati.”
Pertanyaan yang sering diajukan
Siapa Santo Ignatius dari Antiokhia?
Ia adalah uskup ketiga Antiokhia (sekitar tahun 70 sampai 107) dan salah seorang Bapa Apostolik. Ia wafat sebagai martir di Roma dan meninggalkan tujuh surat yang menjadi sumber penting iman Gereja perdana.
Mengapa ia disebut Theophoros?
Theophoros berarti “pembawa Allah” dalam bahasa Yunani. Itu adalah nama yang dipakai Ignatius untuk dirinya sendiri, seperti tercatat dalam tradisi Gereja.
Kapan pesta Santo Ignatius dari Antiokhia dirayakan?
Gereja Latin merayakannya setiap 17 Oktober. Dalam tradisi Gereja Timur, pestanya dirayakan pada 20 Desember.
Apa yang membuat surat-suratnya istimewa?
Surat-surat itu ditulis dalam perjalanan menuju kemartiran dan memuat kesaksian iman tertua tentang keuskupan, Ekaristi, dan kesatuan Gereja. Di dalamnya pertama kali muncul istilah “Gereja Katolik”.
Referensi
- Paus Benediktus XVI, Audiensi Umum 14 Maret 2007: Santo Ignatius dari Antiokhia. https://www.vatican.va/content/benedict-xvi/en/audiences/2007/documents/hf_ben-xvi_aud_20070314.html
- Vatican News, “St. Ignatius of Antioch, Bishop, Martyr in Rome”. https://www.vaticannews.va/en/saints/10/17/st—ignatius-of-antioch—bishop—martyr-in-rome.html
- Eusebius dari Kaisarea, Historia Ecclesiastica, Buku III, Bab 36 (sebagaimana dikutip dalam audiensi di atas).
- Kisah Para Rasul 11:26.