Beranda · Santo

Diterbitkan: 21 Oktober 2026

Orang Kudus

Santo Hilarion

Pesta: 21 Oktober

Miniatur Bizantin Santo Hilarion dalam Menologion Basil II (sekitar tahun 985)
Miniatur Bizantin Santo Hilarion dalam Menologion Basil II (sekitar tahun 985)

Santo Hilarion (291-371) adalah pertapa asal Gaza, Palestina, murid Santo Antonius Agung, yang dihormati sebagai bapak kehidupan monastik di Palestina. Seluruh hidupnya adalah pelarian panjang dari ketenaran: setiap kali orang banyak mulai mendatanginya, ia pergi lebih jauh ke tempat yang sepi, sampai akhirnya wafat di Siprus. Kisah hidupnya termasuk yang terdokumentasi paling baik di antara para pertapa kuno, karena ditulis oleh Santo Hieronimus dalam Vita Sancti Hilarionis sekitar tahun 390, kurang dari dua puluh tahun sesudah wafatnya. Gereja memperingatinya setiap 21 Oktober. Tahun-tahun hidupnya dalam artikel ini mengikuti kronologi Hieronimus; sebagian kecil sumber menulis tahun wafatnya 372.

Masa Muda dan Pertobatan di Aleksandria

Hilarion lahir sekitar tahun 291 di Thabatha, sebuah desa di sebelah selatan Gaza, dari keluarga kafir yang cukup berada. Orangtuanya mengirimnya belajar ke Aleksandria, Mesir, salah satu pusat ilmu terbesar di dunia kuno. Di kota itulah remaja Hilarion mengenal iman Kristiani dan dibaptis pada usia sekitar lima belas tahun.

Imannya yang baru tidak berhenti sebagai pengetahuan. Mendengar kemasyhuran Antonius, pertapa besar Mesir, Hilarion pergi menemuinya di padang gurun dan tinggal bersamanya selama dua bulan untuk belajar hidup bertapa dari sumbernya langsung.

Kembali ke Gaza dan Memilih Padang Gurun

Ketika Hilarion pulang, kedua orangtuanya telah wafat. Ia membagi-bagikan warisannya kepada saudara-saudaranya dan kepada orang miskin, lalu mengundurkan diri ke padang gurun di dekat Maiuma, pelabuhan kota Gaza, sekitar tujuh mil dari kota itu. Ia tinggal di sebuah gubuk kecil yang hampir tidak cukup untuk badannya, dan hidup menyendiri di sana selama dua puluh dua tahun.

Pola hidupnya keras. Ia bekerja menganyam keranjang untuk menyambung hidup, makan hanya sesudah matahari terbenam, dan pada tahun-tahun awalnya cukup dengan lima belas buah ara sehari. Hieronimus mencatat pergumulan batinnya melawan berbagai godaan, yang ia lawan dengan doa, puasa, dan kerja yang lebih berat. Rambutnya pun hanya dipotong setahun sekali, pada hari Paskah.

Bapak Kehidupan Monastik di Palestina

Sekitar tahun 329, kabar tentang kesembuhan dan pengusiran roh jahat yang terjadi lewat doa Hilarion mulai menyebar. Orang berdatangan dari segala penjuru, dan banyak yang ingin tinggal di dekatnya sebagai murid. Di sekeliling pertapa yang sebenarnya hanya ingin sendiri ini, tumbuhlah komunitas-komunitas monastik pertama di Palestina. Karena itulah Martirologi Romawi menyebutnya pendiri dan teladan kehidupan eremitik di provinsi itu.

Ketenaran itu justru menjadi beban baginya. Hilarion merasa keramaian menghalangi doa dan keheningannya, dan ia mulai merencanakan pelarian.

Melarikan Diri dari Ketenaran

Sekitar tahun 360, dalam usia lanjut, Hilarion meninggalkan Palestina menuju Mesir untuk mengunjungi tempat-tempat Santo Antonius pernah hidup dan wafat. Ia kemudian tinggal di Bruchium dekat Aleksandria, tetapi ketika Kaisar Yulianus yang murtad memerintahkan penangkapannya, ia melarikan diri ke sebuah oasis di padang gurun Libya.

Dari sana ia menyeberang ke Sisilia dan hidup bertapa sekitar tiga tahun di dekat Pachino, sampai kemasyhurannya menyusul ke sana juga. Ia berlayar lagi ke Epidaurus di Dalmasia, lalu akhirnya menetap di Siprus, di sebuah tempat sepi dekat Pafos. Di sanalah ia tinggal sampai akhir hayatnya, tetap dicari orang, tetap berusaha bersembunyi.

Wafat di Siprus

Hilarion wafat di Siprus pada tahun 371, dalam usia delapan puluh tahun. Menurut Hieronimus, menjelang wafat ia berbicara kepada jiwanya sendiri: sudah hampir tujuh puluh tahun ia melayani Kristus, mengapa ia harus takut mati. Sesudah wafatnya, muridnya Hesikius membawa jenazahnya kembali ke Maiuma di Palestina, tempat jenazah itu dihormati umat.

Status Peringatan dalam Kalender Gereja

Dalam kalender lama, 21 Oktober adalah peringatan Santo Hilarion, dan peringatan Santa Ursula beserta kawan-kawannya menempel pada Misanya. Pada pembaruan Kalender Roma Umum tahun 1969, peringatan Hilarion tidak lagi tercantum di kalender universal, sebagai bagian dari perampingan besar-besaran tahun itu yang juga menimpa banyak santo historis lain. Namanya tetap tercatat resmi dalam Martyrologium Romanum edisi 2004 pada 21 Oktober: “Di pulau Siprus, Santo Hilarion, abas, yang mengikuti jejak Santo Antonius, mula-mula menjalani hidup menyendiri di dekat Gaza, lalu menjadi pendiri dan teladan kehidupan eremitik di provinsi itu.”

Berbeda dengan banyak legenda santo kuno, keberadaan dan garis besar hidup Hilarion tidak diragukan para sejarawan, karena kesaksian Hieronimus ditulis sangat dekat dengan zamannya dan dikuatkan oleh sejarawan Gereja abad ke-5, Sozomen, yang kakeknya sendiri bertobat lewat perantaraan Hilarion.

Teladan Santo Hilarion

Kaya bukan untuk disimpan. Pada usia belasan tahun ia melepaskan seluruh warisannya kepada saudara dan orang miskin. Keputusan besar hidupnya diambil ketika ia masih sangat muda.

Konsisten dalam kesederhanaan. Pola makan, kerja, dan doanya tidak berubah selama puluhan tahun, baik ketika tidak ada yang mengenalnya maupun ketika ribuan orang mencarinya.

Tenar tanpa mengejar tenar. Ia tidak menolak menolong orang yang datang, tetapi tidak pernah menjadikan pelayanan itu panggung. Setiap kali keramaian mengancam keheningannya, ia memilih pergi.

Tanya Jawab

Siapa Santo Hilarion?

Ia adalah pertapa dari Gaza, Palestina (291-371), murid Santo Antonius Agung, yang menjadi perintis dan bapak kehidupan monastik di Palestina. Kisah hidupnya ditulis oleh Santo Hieronimus dalam Vita Sancti Hilarionis.

Kapan peringatan Santo Hilarion dirayakan?

Setiap 21 Oktober, sesuai catatan Martyrologium Romanum. Pada pembaruan kalender tahun 1969 peringatannya tidak lagi tercantum dalam Kalender Roma Umum, tetapi tetap tercatat dalam Martirologi.

Apa hubungan Santo Hilarion dengan Santo Antonius Agung?

Hilarion adalah muridnya. Sesudah dibaptis di Aleksandria, ia tinggal dua bulan bersama Antonius di padang gurun Mesir untuk mempelajari hidup bertapa, lalu menerapkan cara hidup itu di tanah kelahirannya, Palestina.

Mengapa Santo Hilarion terus berpindah tempat?

Karena ia menghindari keramaian. Setiap kali kesembuhan dan nasihatnya menarik orang banyak sampai mengganggu doa dan kesendiriannya, ia pindah ke tempat yang lebih sepi, dari Gaza ke Mesir, Libya, Sisilia, Dalmasia, dan terakhir Siprus.

Di mana Santo Hilarion wafat?

Di Siprus, dekat Pafos, pada tahun 371 dalam usia delapan puluh tahun. Jenazahnya kemudian dibawa muridnya, Hesikius, ke Maiuma di Palestina.

Referensi

  1. Martyrologium Romanum, edisi 2004 (Libreria Editrice Vaticana), entri 21 Oktober: “Di pulau Siprus, Santo Hilarion, abas, yang mengikuti jejak Santo Antonius, mula-mula menjalani hidup menyendiri di dekat Gaza, lalu menjadi pendiri dan teladan kehidupan eremitik di provinsi itu.”
  2. Santo Hieronimus, Vita Sancti Hilarionis (sekitar tahun 390), dalam Patrologia Latina 23; terjemahan Inggris dalam Nicene and Post-Nicene Fathers, seri II, vol. 6 (sumber utama seluruh riwayat hidupnya: kelahiran di Thabatha, baptisan di Aleksandria, dua bulan bersama Antonius, pertapaan di Maiuma, pengembaraan, dan wafat di Siprus).
  3. Sozomen, Historia Ecclesiastica V.15 (sejarawan Gereja abad ke-5; kesaksian independen, termasuk pertobatan kakeknya lewat Hilarion).
  4. “St. Hilarion”, The Catholic Encyclopedia (New York: Robert Appleton Company, 1910): lahir di Thabatha dari orangtua kafir, pada wafatnya Antonius (356) ia berusia 65 tahun, murid-murid berkumpul sejak 329.
  5. Calendarium Romanum (Typis Polyglottis Vaticanis, 1969): peringatan Santo Hilarion tidak tercantum dalam Kalender Roma Umum yang diperbarui.