Beranda · Santo

Diterbitkan: 15 Oktober 2026

Perawan dan Martir

Santa Agostina Pietrantoni

Pesta: 13 November

Agostina Pietrantoni — nama lahir Livia Pietrantoni (nama baptis: Oliva Ulpia Candida) — lahir pada 27 Maret 1864 di Pozzaglia Sabina, Italia, anak kedua dari sebelas bersaudara dalam keluarga petani sederhana. Sejak kecil ia dikenal rajin, murah hati, dan gemar berdoa. Ketika beberapa pemuda desa menaruh hati padanya, Livia justru menyimpan rahasia: ia merasa dipanggil untuk hidup bakti. Kepada keluarganya yang menilai keputusannya sebagai pelarian dari kerja keras, ia menjawab tegas: ia ingin memilih kongregasi “di mana ada kerja siang dan malam”.

Panggilan dan Pelayanan

Pada usia 22 tahun Livia diterima di Kongregasi Suster Kasih Santa Jeanne-Antide Thouret di Roma dan menerima nama biara Agostina. Ia kemudian ditugaskan sebagai perawat di Rumah Sakit Santo Spirito — rumah sakit bersejarah yang pernah dilayani Santo Carolus Borromeus, Santo Yohanes Bosco, dan Santo Kamilus de Lellis.

Agostina mula-mula bertugas di bangsal anak, lalu — setelah sempat tertular TBC namun sembuh secara mengagumkan — ia meminta ditempatkan di bangsal tuberkulosis, tempat penuh keputusasaan dan kematian. Di sana ia merawat setiap pasien dengan perhatian luar biasa, terutama yang paling sulit dan kasar, seperti Giuseppe Romanelli. Kepada pasien inilah ia justru melipatgandakan kebaikannya, bahkan menyambut ibu Romanelli yang buta dengan ramah setiap kali berkunjung.

Kemartiran

Setelah berulang kali membuat onar, Romanelli dikeluarkan dari rumah sakit dan menumpahkan dendamnya kepada Agostina. Ancaman pembunuhan dikirimkannya berkali-kali melalui catatan-catatan kecil. Agostina tidak melarikan diri dan tidak menuntut — ia siap membayar kasih dengan nyawanya sendiri.

Pada pagi 13 November 1894, Romanelli menyergap dan menikamnya. Kata-kata terakhir yang keluar dari bibirnya hanyalah seruan kepada Bunda Maria dan pengampunan bagi pembunuhnya. Ia wafat di usia 30 tahun. Pemakamannya melumpuhkan jalan-jalan Roma — ribuan orang berlutut menyaksikan peti jenazahnya lewat.

Penghormatan Gereja

Agostina dibeatifikasi oleh Paus Paulus VI pada 12 November 1972 dan dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada 18 April 1999. Pada tahun 2003 Konferensi Waligereja Italia menetapkannya sebagai pelindung para perawat. Pesta liturgisnya dirayakan setiap 13 November — hari kelahirannya ke surga.

Teladan untuk Kita

Santa Agostina menunjukkan bahwa kekudusan tidak membutuhkan panggung besar: cukup kesetiaan total pada tugas harian yang melelahkan, keberanian mengasihi orang yang paling sulit dikasihi, dan pengampunan bahkan di ambang kematian. Bagi tenaga kesehatan dan siapa pun yang merawat orang sakit, ia adalah pelindung dan teladan yang dekat.