Beranda · Panduan

Diterbitkan: 15 Oktober 2026

Cara Berdoa Koronka Kerahiman Ilahi & Doa Jam 3 Sore

Koronka Kerahiman Ilahi adalah devosi kepada belas kasih Allah menurut wahyu yang diterima Santa Faustina Kowalska. Doa ini didaraskan dengan rosario biasa dan terutama dianjurkan pada pukul 15.00 — Jam Kerahiman, saat Yesus wafat di salib dan kerahiman-Nya terbuka lebar bagi setiap jiwa.

Urutan Berdoa Koronka

  1. Tanda Salib.
  2. Doa Jam Kerahiman (khusus jika berdoa pukul 15.00): Ya Yesus, Engkau telah wafat, tetapi mata air kehidupan memancar bagi jiwa-jiwa, dan lautan kerahiman terbuka untuk seluruh dunia. O Mata Air Kehidupan, Kerahiman Ilahi yang tak terhingga, rengkuhlah seluruh dunia dan hampakan diri-Mu untuk kami. Darah dan Air yang memancar dari Hati Yesus sebagai mata air kerahiman bagi kami, aku mengandalkan Engkau! (3 kali)
  3. Bapa Kami (1 kali), Salam Maria (1 kali), Aku Percaya (1 kali).
  4. Pada manik besar — di awal tiap dekade (5 kali): Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pendamaian untuk dosa kami dan dosa seluruh dunia.
  5. Pada sepuluh manik kecil — tiap dekade (10 kali): Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia.
  6. Penutup (3 kali): Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa, Kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia.
  7. Doa Penutup: Allah yang kekal, dalam diri-Mu ada kerahiman yang tanpa batas dan harta belas kasihan yang tak kunjung habis. Pandanglah kami dengan rela hati dan tingkatkanlah kerahiman-Mu dalam diri kami, supaya pada saat-saat sulit kami tidak menjadi putus asa atau remuk hati, tetapi dengan kepercayaan yang teguh menyerahkan diri kami kepada kehendak-Mu yang kudus, Sang Kasih dan Sang Kerahiman sendiri. Amin.

Makna Tiap Bagian

  • “Bapa yang kekal…” — kita mempersembahkan kurban Kristus sendiri kepada Bapa sebagai silih bagi dosa dunia. Ini inti teologis koronka.
  • “Demi sengsara Yesus yang pedih…” — permohonan belas kasih dengan merenungkan penderitaan Kristus, diulang sepuluh kali setiap dekade agar meresap.
  • “Allah yang Kudus…” — seruan Tritunggal yang menutup rangkaian doa dengan pujian.

Kapan Berdoa Koronka

  • Pukul 15.00 (Jam Kerahiman) — waktu yang paling utama, sesuai pesan Yesus kepada Santa Faustina.
  • Sebagai novena 9 hari — untuk intensi khusus yang mendesak.
  • Untuk orang sakit atau yang menjelang ajal — dengan Doa Penyembuhan: Yesus, semoga darah-Mu yang murni dan sehat mengalir di dalam organ-organ tubuhku yang sakit. Semoga tubuh-Mu yang murni dan sehat mengubah tubuhku yang lemah ini, dan semoga kehidupan-Mu yang sehat dan perkasa mengalir dalam diriku, bila itu benar-benar kehendak kudus-Mu bagiku. Amin.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Haruskah tepat pukul 3 sore? Tidak harus. Koronka sah didaraskan kapan saja; pukul 15.00 adalah waktu yang istimewa, bukan syarat sah.

Bolehkah berdoa tanpa kalung rosario? Boleh. Hitung dengan jari atau secukupnya — yang penting urutan dan penghayatannya.

Apa bedanya koronka dengan rosario biasa? Rosario merenungkan misteri hidup Yesus bersama Bunda Maria; koronka merenungkan dan memohon Kerahiman Ilahi dengan rumusan doa yang berbeda, meski memakai alat yang sama.