Beranda · Doa

Diterbitkan: 15 Oktober 2026

Devosi

Novena Tiga Salam Maria

Sumber teks: imankatolik.or.id

Novena Tiga Salam Maria berasal dari Santa Mechtildis. Ketika ia cemas akan keselamatan hidupnya, Bunda Maria mengabulkan permohonannya dan memintanya berdoa tiga kali Salam Maria. Santo Antonius dari Padua, Santo Leonardus dari Porto Mauritio, dan Santo Alfonsus de Liguori berjasa besar mewartakan devosi ini.

Doakan selama sembilan hari berturut-turut. Jika permohonanmu berat, lakukan novena ini 3x berturut-turut.

Sejarah Novena Tiga Salam Maria

Devosi Tiga Salam Maria berakar pada abad ke-13. Santo Antonius dari Padua menganjurkan umat mendaraskan tiga Salam Maria untuk menghormati keperawanan Bunda Maria yang tak bernoda serta menjaga kemurnian pikiran, hati, dan tubuh di tengah bahaya dunia.

Wahyu yang menjadi dasar devosi ini diterima Santa Mechtildis dari Hackeborn (1241–1298), seorang biarawati Benediktin Jerman. Ketika ia memohon agar Bunda Maria mendampinginya di saat ajal, Bunda Maria menampakkan diri dan memintanya mendaraskan tiga Salam Maria setiap hari — masing-masing untuk menghormati Allah Bapa yang menganugerahkan kuasa kepada Maria, Allah Putra yang mengaruniakan kebijaksanaan ilahi, dan Allah Roh Kudus yang memenuhi jiwanya dengan kasih. Kepada yang setia melakukannya, Bunda Maria menjanjikan perlindungan khusus di saat kematian.

Wahyu Santa Mechtildis dicatat oleh sekretarisnya, Santa Gertrudis Agung, yang juga menerima janji Bunda Maria: kepada jiwa yang setia berdoa Tiga Salam Maria, Bunda akan menampakkan diri di saat ajal dalam kemuliaan yang luar biasa.

Devosi ini kemudian diwartakan secara luas oleh Santo Leonardus dari Porto Mauritio (1676–1751), yang menganjurkan doa ini pagi dan malam untuk memperoleh rahmat menghindari dosa berat, serta Santo Alfonsus Liguori (1696–1787) yang sangat menganjurkannya — darinya berasal ungkapan “hamba Maria yang setia tak akan binasa.”

Bentuk novena-nya — didaraskan sembilan hari berturut-turut untuk sebuah permohonan khusus — menjadikan devosi harian ini sarana permohonan yang tekun, mengikuti pola novena Gereja sejak para rasul di ruang atas Yerusalem.

Pembuka — Tanda Salib, Aku Percaya, Bapa Kami, Doa Tobat.

Doa pertama:

Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu yang tak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalam kesulitanku ini, janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti dapat menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya, engkau tetap menjadi pengantara bagi Puteramu.

Baik keluhuran Tuhan dan penghormatanku kepadamu maupun keselamatan jiwaku akan bertambah seandainya engkau sudi mengabulkan segala permohonanku ini. Karenanya, kalau permohonanku ini benar-benar selaras dengan kehendak Puteramu, dengan sangat aku mohon, o Bunda, sudilah meneruskan segala permohonanku ini ke hadirat Puteramu, yang pasti tak akan menolakmu.

Pengharapanku yang besar ini, berdasarkan atas kuasa yang tak terbatas yang dianugerahkan oleh Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormati besarnya kuasamu itu, aku berdoa bersama dengan Santa Mechtildis yang kau beritahukan tentang kebaikan doa “Tiga Salam Maria”, yang sangat besar manfaatnya itu.

Salam Maria (3x)

Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

Doa kedua:

Perawan Suci yang disebut Tahta Kebijaksanaan, karena Sabda Allah tinggal padamu, engkau dianugerahi pengetahuan Ilahi yang tak terhingga oleh Puteramu, sebagai makhluk yang paling sempurna untuk dapat menerimanya.

Engkau tahu betapa besar kesulitan yang kuhadapi ini, betapa besar pengharapanku akan pertolonganmu. Dengan penuh kepercayaan akan tingginya kebijaksanaanmu, aku menyerahkan diriku seutuhnya kepadamu, supaya engkau dapat mengatur dengan segala kesanggupan dan kebaikan budi, demi keluhuran Tuhan dan keselamatan jiwaku. Sudilah kiranya Bunda dapat menolong dengan segala cara yang paling tepat untuk terkabulnya permohonanku ini.

Bunda Maria, Bunda Kebijaksanaan Ilahi, sudilah kiranya Bunda berkenan mengabulkan permohonanku yang mendesak ini. Aku memohon berdasarkan atas kebijaksanaanmu yang tiada bandingnya, yang dikaruniakan oleh Puteramu melalui Sabda Ilahi kepadamu. Bersama dengan Santo Antonius dari Padua dan Santo Leonardus dari Porto Mauritio, yang rajin mewartakan tentang devosi “Tiga Salam Maria” aku berdoa untuk menghormati kebijaksanaanmu yang tiada taranya itu.

Salam Maria (3x)

Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

Doa ketiga:

Bunda yang baik dan lembut hati, Bunda Kerahiman Sejati yang akhir-akhir ini disebut sebagai “Bunda yang penuh belas kasih”, aku datang padamu, memohon dengan sangat, sudilah kiranya Bunda memperlihatkan belas kasihmu kepadaku. Makin besar kepapaanku, makin besar pula belas kasihmu kepadaku.

Aku tahu, bahwa aku tidak pantas mendapat karunia itu. Sebab seringkali aku menyedihkan hatimu dengan menghina Puteramu yang kudus itu. Betapapun besarnya kesalahanku, namun aku sangat menyesal telah melukai Hati Kudus Yesus dan hati kudusmu.

Engkau memperkenalkan diri sebagai “Bunda para pendosa yang bertobat” kepada Santa Brigitta, maka ampunilah kiranya segala kurang rasa terima kasihku padamu. Ingatlah akan keluhuran Puteramu saja serta kerahiman dan kebaikan hatimu yang terpancar dengan mengabulkan permohonanku ini melalui perantaraan Puteramu.

Bunda Perawan yang penuh kebaikan serta lembut dan manis, belum pernah ada orang yang datang padamu dan memohon pertolonganmu engkau biarkan begitu saja. Atas kerahiman dan kebaikanmu, aku berharap dengan sangat, agar aku dianugerahi Roh Kudus. Dan demi keluhuranmu, bersama Santo Alfonsus Liguori, rasul kerahimanmu serta pengajar devosi “Tiga Salam Maria”, aku berdoa untuk menghormati kerahimanmu dan kebaikanmu.

Salam Maria (3x)

Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

Penutup — Kemuliaan, Terpujilah, Tanda Salib.